umroh
umroh

Sejarah Masjidil Haram

masjidil-haram
Masjidil Haram

Masjidil Haram dan Sejarahnya

Masjidil Haram merupakan masjid yang paling agung, paling suci dan paling megah yang ada di dunia. Bagaimana tidak karena masjid ini setiap hari sepanjang tahun selalu didatangi oleh jamaah umat Islam yang berasal dari seluruh dunia. Banyak keutamaan beribadah dan melakukan shalat di tempat ini karena banyak tempat suci penuh sejarah dalam perkembangan peradaban agama Islam sejak jaman Nabi Ibrahim Alaihi Salam.

Masjidil Haram yang Penuh Sejarah

Letaknya di Makkah yaitu sebuah kota di Jazirah Arab yang tingginya 330 meter di atas permukaan laut. Masjidil Haram mengawali sejarahnya pada masa Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail dimana di kota tersebut pula Nabi muhamad di lahirkan, tempat pertama kalinya wahyu diturunkan, serta dari sana lah cahaya Islam mulai bbersinar hingga akhirnya penyebar ke seluruh dunia menjadi rahmat bagi seluruh aam. Dalam surah Ali Imrah disebutkan, “ Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat ibadah manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Abuu Dzar berkata, “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah, tentang masjid pertama yang dibangun di muka bumi. Ia menjawa, “masjidil Haram”, lalu saya berkata, “Lalu setelah itu?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha,” Saya berkata, Berapa tahun jarak dibangunnya antara kedua masjid tersebut?” Beliau menjawab “40 tahun”. Bangunan ka’bah yang merupakan kiblat umat islam yang ada di seluruh dunia berada di tengah masjid tersebut dengan tinggi 15 meter, bentuknya seperti kubus dan dibangun oleh Nabi Ibrahin melalui perintah Allah.

“Dan ingatlah ketika Kami memberikan tempat kepada Nabi Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf. Dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang ruku dan sujud.” (QS AL Hajj : 26). Dari Wahab bin Munabbih dikatakan bahwa Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim kemudian Amaliqa, kemudian Jurhum, kemudian Qushai, bin Kilab dari Kabilah Quraisy. Mereka orang-orang Quraisy membangun Ka’bah dari bebatuan yang berasal dari lembah, mereka memikul menggunakan pundak mereka.

Tinggi bangunan sekitar 20 hasta dengan jarak bangunan ka’bah dan perintah membangunnya selama 5 tahun. Antara pintu keluar dan bangunannya selama 15 tahun. Disebutkan oelh Abdur Razzaw dari Ma’mar dari Abdullah dari Utsman dari Abu Thufail, disebutkan bahwa Ma’mar dari Az Zuhri: “Mereka membangunnya dan ketika sampai di pojok tempat hajar aswad, mereka berselisih siapa yang lebih berhak untuk mengembalikannya sampai satu sama lain beradu argument lalu berkata, kami sepakat untuk memberikannya kepadda seseorang yang pertama kali mendatangi jalan tertentu.

Maka Rasulullah yang pertama kali mendatanginya, ia pada saat itu masih pemuda, mereka sudah menjadikannya hakim untuk memutuskan peletakan hajar aswad yang sekarang ada di masjidil Haram. Maka Rasulullah meletakkan kainnya dan menyuruh seiap ketua kabilah untuk memegang tiap ujung kain tersebut, mereka pun mengangkat kain untuk dibawa kepada Rasullullah dan beliaulah yang meletakkan hajar aswad di tempatnya. Dari Aisyah berkata bahwa dirinya bertanya kepada Rasulullah tetang pondasi yang tersisa apakah masih termasuk dari ka’bah, maka Rasul menjawab ya.

Kini ka’bah melewati perkembangan yang sangat pesat dan berada di tengah masjidil Haram. Masjid tersebut pun hingga saat ini masih dilakukan perluasan serta renovasi untuk mempermudah proses ibadah haji dan umroh bagi umat muslim di seluruh dunia yang datang untuk melakukan Tawaf, serta berbagai rangkaian kegiatan ibadah haji dan umroh lainnya.
Back To Top
Sentuh Untuk Tlp / Mengirim Whatsapp
0812 8252 6454 0812 8252 6454